Arah Kiblat Umat Islam Kota Bandung

Tamyiz Dery

Sari


Di dalam menjalankan ibadah shalat, banyak kaum muslimin tidak
menyadari bahwa masjid tempat mereka shalat tidak tepat menghadap kiblat, padahal menghadap ke arah kiblat merupakan kewajiban yang ditetapkan Allah SWT di dalam al-Qu’ran, dan menurut fuqaha’, menghadap kiblat merupakan sarat sahnya shalat. Hal itu diduga karena di dalam menentukan arah kiblatnya hanya berdasarkan perkiraan saja atau berpedoman kepada masjid yang ada didekatnya. Secara geografis, bujur kiblat adalah 39º 50’ BT dan 21º 25’ LU, sedangkan bujur wilayah Indonesia berada pada 105º sampai 135º BT, itu artinya letak kiblat berada di sebelah Barat Indonesia. Letak kota Bandung sendiri berada di 107º 37’ BT dan 6º 57’ LS, Oleh karena itu arah kiblat dari kota Bandung tidak membentuk suatu garis lintang (lurus) dari Timur ke Barat, melainkan membentuk sudut 25º 10’ dari titik Barat ke arah Utara atau 64º 50’ dari Utara ke arah Barat. Oleh karena itu semestinya umat islam di kota Bandung jika hendak shalat harus menghadapkan wajahnya ke sana. Untuk mengetahui arah kiblat dengan tepat dapat dilakukan dengan bantuan alat-alat penunjuk arah seperti kompas, theodolit, atau dengan memanfaatkan bayangbayang matahari, yang tentu saja setelah diketahui terlebih dahulu azimuth kiblatnya melalui perhitungan. Oleh karena itu, agar tida terjadi kekeliruan di dalam menentukan arah kiblat, jika hendak membangun masjid supaya menggunakan metoda yang dapat dipertanggungjawabkan. Penelitian yang mengambil tema ”ARAH KIBLAT UMAT ISLAM KOTA BANDUNG” ini menggunakan mmetoda deskriptif parsitipatif agar arah kiblat msjid yang dijadikan sampel penelitian dapat diketahui latar belakang penentuan arah kiblatnya, kemudian akan diukur ketepatannya melalui penelitian ini.
Dari hasil penelitian lebih dari 50% arah kiblatnya tidak tepat. Penyimpangannya berkisar antara 4° sampai 25°. Padahal setiap penyimpangan sebesar 1° saja sama dengan ± 100 km dari kiblaat (Ka’bah). Berkaitan dengan hal itu, arah kiblat di masjid-masjid yang belum tepat itu hendaknya dapat memperbaikinya. Karena memperbaiki arah kiblat masjid dengan mengubah bangunannya membutuhkan
biaya yang besar dan waktu yang lama, maka pengubahan arah kiblat supaya menjadi tepat dapat dilakukan dengan mengubah posisi sajadah/shafnya saja.

Kata Kunci


Kiblat

Referensi


Abd. Al-Baqi, Muhammad Fuad, al-Mu;jam al-Mufahras li al-fazh al-Qur’an al-Karim, Dar Al-Fikr, BairuT, 1987.

Al-Jaziri, Abdurrahman, Kitab al-Fiqh ala al-Madzhib al-Arbaah, I, Dar al-Kitab al-Ilmiyah, Bairut, 1986.

Al-sayyid sabiq, Fiqih Sunnah, I, Dar al-Kitab al-Arabi, Bairut, 1987.

Al-Shabuni, Muhammad Ali, Rawai’al-bayan Tafsir Ayat al-Ahkam, I, Dar Ihya al-Turats al- Islami, Bairut, tt.

Al-Maraghi, Ahmad Musthafa, Tafsir al-Maraghi, I, Dar Ihya al-Turats al- Islami, Bairut, 1987.

Badan Hisab Rukyat Departemen Agama, Almanak Hisab Rukyat,1981.

Endang Soegiartini, Astronomi Bola, Departemen Astronomi FMIPA Institut Teknologi Bandung, tt.

Encup Supriatna, Hisab Rukyat & Aplikasinya, 2007.

Ibn Hisyam, Al-Sirah al-Nabawiyah, II, Dar al-jail , bairut, 1987.

Ibnu Zahid Abdo el-Moeid MENGHITUNG ARAH QIBLAT DAN MENENTUKANNYA (Makalah), tt.

Muhammad al-Syaukani, ibn, Muhammad ibn Ali, Nail al-Authar, I, Dar al- Fikr li al-Thab’ah wa al-Tauzi’, Bairut, 1982.

Muhammad Rasyid Ridha, Muhammad Rasulullah saw., al-Fikr, Bairut, tt.

M. Sayuthi Ali, Ilmu Falak. 1997.

Salamun Ibrahim, ILMU FALAK, ,2003

T Djamaludin, Diklat Hisab Rukyat LAPAN, 2007

Wahbah al-Zuhaily, Tafsir al-Munir, I, Dar al-Fikr, Bairut, 1991.


Teks Lengkap: Artikel (PDF)

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Creative Commons License
Bekerja dibawah lisensi Creative Commons Attribution 3.0 License.

free counters Bookmark and Share ISSN 2089-3590 EISSN 2303-2472